5 Penyakit Yang Kerap Dialami Oleh Pendaki Gunung

By | 28/01/2019

5 Penyakit Yang Kerap Dialami Oleh Pendaki Gunung,- Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang kini banyak diminati. Tua dan muda kini orang-orang berlomba untuk menunjukkan foto dirinya sedang mendaki gunung. Ya, selain menyehatkan kegiatan ini juga bikin otak kita fresh kembali. Lebih utama, pastinya kita akan dapat pelajaran sangat berharga mengenai kehidupan dan alam yang tidak lain merupakan kuasa sang Pencipta.

Meski mendaki gunung bisa dilakukan oleh siapa saja, namun perlu diketahui kalau kita tidak bisa sembarangan pergi. Harus ada persiapan ekstra baik dari segi fisik maupun bekal karena kegiatan ini akan menghabiskan waktu di hutan dan tubuh akan memikul beban sangat berat. Lebih serius, anda harus benar-benar memerhatikan kesehatan karena meskipun terlihat tampak biasa, faktanya ada beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami oleh pendaki gunung. Mau tau apa saja? Ayo lihat 5 penyakit yang kerap dialami oleh pendaki gunung berikut ini ↵


5 Penyakit Yang Kerap Dialami Oleh Pendaki Gunung


5 Penyakit Yang Kerap Dialami Oleh Pendaki Gunung

1. Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh berada di titik terendah sekitar 35º C ke bawah. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menghancurkan kinerja jantung, sistem saraf dan organ lainnya apabila tidak ditangani dengan segera. Pada umumnya hipotermia biasa dialami oleh lansia dan anak kecil, namun tak jarang menyerang para pendaki gunung.

Hal ini dikarenakan mereka sering terpapar suhu dingin yang berkelanjutan dengan lingkungan luar yang berbeda-beda dari satu hari ke hari berikutnya. Itu sebabnya kenapa banyak sekali para pendaki gunung yang kini terserang hipotermia karena memang kondisi ini berurusan langsung dengan suhu dan kekebalan tubuh seseorang.

2. Vertigo

Kepala kleyengan dan sensasi berputar merupakan ciri paling khas dari penyakit vertifgo. Kondisi ini akan berkembang semakin parah tatkala kamu mencoba untuk menatap ke titik yang lebih tinggi. Vertigo sendiri mempunyai kaitan erat dengan telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Jika tidak bekerja dengan baik maka seketika itu kamu akan merasa pusing berkunang-kunang, berputar dan kehilangan keseimbangan.

Hal ini terntu akan berbahaya pula bagi mereka yang suka mendaki gunung. Bahkan jika sampai kejadian dapat menyebabkan disorientasi. Maka dari itu, apabila kamu mengalami sakit kepala atau pusing sebaiknya jangan memaksakan diri untuk naik gunung karena akibatnya akan sangat fatal.

3. Menderita Tinnitus

Tinnitus adalah keadaan dimana telinga kita berdengung tanpa henti. Jika anda mempunyai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan telinga khususnya tinnitus sebaiknya jangan memaksakan diri mendaki gunung. Akibatnya akan sangat fatal bagi kesehatan karena mampu menimbulkan banyak risiko. Hal ini dikarenakan pada saat anda berada di ketinggian ribuan kilometer maka tekanan udara dari laur akan meremas udara di liang telinga dan menyebabkan munculnya rasa sakit baik di kepala maupun telinga itu sendiri.

4. Acute Mountain Sickness

Acute montain sickness atau AMS bisa terjadi ketika pendaki bermalam di ketinggian tertentu. Meskipun kondisi ini bisa muncul pada siapa saja, tapi kebanyakan dialami oleh perempuan. Bahkan beberapa penelitian juga mengungkapkan hal yang serupa. AMS sendiri disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dan tekanan udara yang semakin berkuran ketika kita berada di tempat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Ada beberapa gejala yang biasa dialami mulai dari ringan sampai berat. Paling umum dialami oleh penderitanya adalah sakit kepala, pusing, kelelahan, hingga mual dan muntah. Intinya semakin tinggi dakian maka semakin tipis pula oksigen. Jika tidak ditangani dengan baik maka AMS bisa berakibat fatal dan menimbulkan edema pada otak hingga paru-paru.

5. Edema otak dataran tinggi

Ini adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan berlebih pada otak. Tak seperti AMS yang bisa dikenali dulu dari gejalanya, Edema otak sama sekali tak punya gejala sehingga bisa muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba, kapan dan dimana pun, bahkan menyerang siapa saja. Sakit kepala parah yang dialami oleh penderita HACE (edema otak) tidak dapat disembuhkan dengan obat bahkan dapat menyebabkan hilangnya koordinasi tubuh, sulit berjalan, mudah jatuh hingga tingkat kesadaran yang dari ke hari mengalami penurunan.

Berikut adalah 5 penyakit yang kerap dialami oleh pendaki gunung. Jika anda seorang pendaki dan tidak pernah mengalami kondisi di atas, alangkah baiknya apabila sekarang mulai waspada. Pasalnya gangguan-gangguan kesehatan tersebut dapat menyerang kepada siapa, kapan dan dimana pun berada secara tiba-tiba. Maka dari itu, lebih waspada lah dalam menjaga kesehatan, terutama fisik. Kalau tidak memungkinkan jangan memaksa berangkat mendaki, bisa-bisa nanti malah berisiko dan menyebabkan kondisi yang lebih serius. ~ Apotikqnc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *